™WELCOME™

Minggu, 16 Januari 2011

6 Bagian Tubuh Wanita Favorit Untuk Dicium

Selain sentuhan, wanita juga suka dicium oleh pasangannya. Namun ciuman tersebut tidak hanya di mulut saja, ada juga bagian tubuh lainnya yang wanita suka untuk dicium.

1. Telinga
Telinga kerap jadi bagian tubuh yang terlupakan untuk disentuh saat pria melakukan fore play untuk pasangannya. Padahal dengan mencium di telinga, bisa meningkatkan libido wanita. Seperti dilansir askmen, cobalah mencium perlahan telinga pasangan Anda dan rasakan sensasi yang akan didapat.

2. Belakang Leher
Salah satu cara paling mudah mendapatkan mood wanita untuk diajak bercinta adalah dengan mencium bagian belakang lehernya. Mencium bagian belakang leher ini bisa dilakukan apabila Anda tiba-tiba ingin memberikan kejutan. Misalnya saja ketika dia tengah mencuci piring atau bekerja di depan komputer. Begitu Anda mencium belakang lehernya, pekerjaan tersebut bisa dilupakan dalam sekejap.

3. Wajah
Saat mencium wanita di wajah, ciuman tersebut lebih dari sekadar ciuman. Ketika melakukannya, ada kehangatan yang rasa. Coba cium pasangan dengan ringan dan lembut di bagian pipi, dahi, dan garis rahangnya. Namun jangan pernah menjilat wajahnya karena sangat tidak seksi. Wajah pasangan Anda sebaiknya diperlakukan dengan lembut.

4. Tulang Selangka
Saat pasangan Anda masih memakai baju, salah satu tempat yang cukup intim untuk dicium. Buat Anda yang belum tahu, tulang selangka ada di dekat pundak. Tulang yang menonjol di bagian pundak, itulah tulang selangka.

5. Pinggul
Anda tentu tidak menyangka kalau pinggul adalah salah satu area sensitif wanita. Pinggul bisa jadi sangat sensitif untuk wanita karena bagian tubuh tersebut sudah dekat dengan area yang memang Anda ingin datangi.

6. Payudara
Mencium payudara wanita bisa jadi sangat seksi. Namun kalau Anda salah melakukannya, hal tersebut bisa membuat wanita jadi hilang selera untuk bercinta. Jangan pernah menggigit payudaranya jika memang pasangan Anda bukan tipe orang yang menyukai itu.

Sabtu, 01 Januari 2011

Pesawat Buatan Indonesia N-219 Baru Akan Dioperasikan

Saat ini, penerbangan perintis di beberapa wilayah Nusantara seperti Papua masih menggunakan pesawat-pesawat produksi lama, seperti Twin Otter. Beberapa unit yang ada telah tidak layak pakai sehingga diperlukan pesawat yang lebih modern. Karenanya, sejak tahun 2006, PT Dirgantara Indonesia mengembangkan pesawat N219 berkapasitas 19 orang untuk menggantikan peran pesawat perintis yang ada sekarang. Saat ini, uji aerodinamika pesawat tersebut telah dituntaskan.
N-219 Generasi terbaru pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia
N-219 Generasi terbaru pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia
“Pengembangan pesawat jenis ini biasanya memakan waktu 3 tahun. Namun, kita mungkin akan selesaikan 2-2,5 tahun,” kata Andi Alisjahbana, Direktur Aerostruktur PT Dirgantara Indonesia, Selasa (28/12/2010) di Jakarta. Jadi, tahun 2013, pesawat mungkin sudah bisa diluncurkan.
Agar tidak mengalami kegagalan seperti pesawat CN 250, pihak PTDI akan memproduksi pesawat berdasarkan order. “Kami akan buat 25 unit dulu nantinya. Kami akan mengupayakan seluruhnya terjual dahulu,” kata Andi. Pembuatan sejumlah unit memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini menurut Andi cukup minim untuk membuat pesawat. Ia menargetkan, sejumlah pesawat akan dibeli oleh pemerintah daerah.
Andi juga mengatakan, spesifikasi pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pesawat ini mampu mendarat di landasan yang pendek sehingga bisa diaplikasikan di wilayah terpencil dengan lahan terbatas. “Pesawat ini juga dirancang bisa membawa bahan bakar tambahan. Kita menyadari bahwa tidak setiap daerah memiliki tempat pengisian bahan bakar,” demikian Andi mengungkapkan kelebihan pesawat N219.
Sementara itu, Budi Santoso selaku Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia mengatakan bahwa pengembangan pesawat ini didasarkan pada karakteristik geografis Indonesia. “Kondisi geografis kita berbeda dengan negara lain. Kita harus punya solusi sendiri,” katanya. Bagi Budi, pengembangan pesawat kecil yang mampu menjangkau wilayah terpencil sangat pas. “Banyak wilayah Indonesia yang tak mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pesawat perintis bisa menjadi solusi,” paparnya.
Pesawat N219 memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua. Pesawat ini juga ditargetkan bisa dipasarkan ke negara lain yang masih membutuhkan, misalnya negara-negara di Afrika